Enrekang, Maspulfakta.com — Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang, Muh. Furqan, mengecam keras tindakan oknum anggota Brimob yang memukul pelajar madrasah Aliyah berusia 14 tahun, Arianto Tawakal, hingga tewas di Kota Tual, Maluku.

Arianto Tawakal tewas setelah dipukul menggunakan helm oleh oknum Brimob di ruas jalan kawasan RSUD Maren, Kota Tual.

“Anak yang harusnya dijaga dan diberikan pendidikan layak sebagai generasi bangsa, tapi malah diperlakukan tidak wajar, Ini adalah bentuk kriminalisasi dan sinyal kuat bahwa kepolisian saat ini tidak berada di jalur yang benar,” ujar Muh. Furqan

Muh. Furqan menyatakan bahwa tindakan oknum Brimob tidak sejalan dengan tugas kepolisian pada UU No. 2 Tahun 2002 pasal 13.

“Kami tidak percaya lagi dengan pihak kepolisian yang harusnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat, tapi malah mereka yang menjadi pelaku pembunuhan,” tegasnya, Sabtu (21/2/2026).

Kejadian ini bukan hanya pembunuhan, tapi juga mencederai institusi kepolisian sendiri. Inilah pentingnya Reformasi struktural kepolisian.

Muh. Furqan juga mengucapkan slogan-slogan protes, seperti “Hidup mahasiswa, hidup perempuan yang melawan, hidup masyarakat yang tertindas”.

“Kematian Arianto Tawakal telah memicu kemarahan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang kinerja kepolisian. Kami menuntut keadilan dan reformasi struktural kepolisian,” kecam Presma Unimen.

Furqan menuntut agar oknum anggota Brimob yang melakukan pembunuhan diadili dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kejadian ini telah memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Pihak berwenang diharapkan untuk segera melakukan investigasi yang transparan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang terlibat.

Kematian Arianto Tawakal adalah tragedi yang tidak seharusnya terjadi. Masyarakat harus bersatu untuk menuntut keadilan dan reformasi struktural kepolisian.