Enrekang, Mapulfakta.com — PGRI Cabang Buntu Batu bidang pengembangan seni dan kebudayaan menginisiasi sebuah workshop seni dengan mengusung tema “Tubuh, Panggung, dan Tari” yang resmi dimulai hari Senin, (20/10). Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh pengurus baru pasca konferensi sejak bulan September dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan di Aula Seni SMP Negeri 2 Baraka.
Workshop yang dimotori oleh PGRI Cabang Buntu Batu membonceng dua Narasumber yang tidak tanggung-tanggung. Nur Sekreningsih Marsan yang merupakan pegiat seni Institut Seni Indonesia (ISI Bali) bersama Ridwan Aco salah satu penggiat seni di kota Daeng. Dia juga dikenal sebagai Founder Aco Dance Company yang berdiri sejak 1994. Keduanya dikenal aktif terlibat dan berpartisipasi dalam pertunjukan tari baik tingkat lokal, nasional maupun internasional
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Edi Wardoyo sebagai Kepala Bidang Kebudayaan mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang sekaligus Ketua PGRI Kabupaten.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresisasinya kepada PGRI Cabang Buntu Batu yang sigap menjemput bola demi peningkatan kompetensi guru-guru seni khusususnya di Kecamatan Buntu Batu.
“PGRI Cabang Buntu Batu menjadi Cabang pertama yang menunjukkan eksistensinya sejak konferensi. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk mengangkat seni terutama yang bertema tradisional. Minimal ada karya baru yang lahir setelah kegiatan ini dan bisa mengangkat nama Enrekang ke tingkat Nasional bahkan Internasional,” tutur Edi Wardoyo, Senin, (20/10/2025).
Sementara itu, Izharuddin sebagai ketua PGRI Cabang Buntu Batu mengungkapkan jika kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekadar menambah wawasan tentang seni pertunjukan, tetapi juga membuka cara pandang baru dalam memanfaatkan tubuh dan ruang panggung sebagai media ekspresi artistic.
“Kegiatan ini sungguh menginspirasi kami untuk terus mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kompetensi profesional sebagai pendidik seni. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar para guru seni semakin termotivasi untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, ekspresif, dan bermakna bagi peserta didik,” ujar ketua PGRI Cabang Buntu Batu.
Menurutnya, melalui sentuhan apik sang koreografer yang mumpuni dibidangnya, dia merasa terpanggil untuk lebih memahami bagaimana tubuh menjadi instrumen utama dalam berkarya seni, bagaimana mengolah gerak menjadi bahasa yang bermakna, serta bagaimana menciptakan suasana panggung yang hidup dan komunikatif.
“Workshop ini memberikan ruang kolaborasi yang menyenangkan antar guru kesenian dari berbagai sekolah. saling bertukar ide, pengalaman, dan inovasi pembelajaran seni yang dapat diterapkan di kelas masing-masing” ungkapnya.
Izharuddin juga menyampaikan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kaupaten. Enrekang atas dukungan penuh yang diberikan kepada pengurus PGRI Cabang Buntu Batu untuk menyelenggarakan workshop ini. Adapun jumlah pesertanya dibatasi hanya sampai 25 orang untuk memaksimalkan hasil.

