ENREKANG, MASPULFAKTA.COM — Kehadiran PJ Bupati Marwan Mansyur mendapat sorotan tajam dari berbagai Organisasi Kepemudaan ( OKP) terkait isu di masyarakat bahwa akan terjadi mutasi sejumlah pejabat Kepala Dinas hingga Pj Kepala Desa di Kabupaten Enrekang.

Hal ini sangat disayangkan oleh Muh. Izwan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) yang menyampaikan bahwa, semua berawal dari isu pergantian semua Pj Kepala Desa sehingga mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat massenrempulu yang menduga dan mencurigai Pj Bupati Enrekang dinilai berpihak ke salah satu paslon tertentu.

Salah satunya adalah kebijakan PJ Bupati Enrekang yang baru 8 hari menjabat tiba-tiba menempatkan Kadis Bapenda Enrekang sebagai Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa diduga keras adalah bentuk keberpihakan yang mengarah pada salah satu calon bupati enrekang.

Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya Story WhatsApp Hidjas Gaffar memposting salah satu paslon yang saat ini tengah viral di media massa dan terindikasi akan melakukan mutasi besar-besaran terhadap Pj Kepala Desa yang tidak berpihak ke salah satu paslon yang pernah di story melalui sosial medianya.

“Saya sudah melaporkan Muh. Hidjas Gaffar kepala Bapenda Kabupaten Enrekang ke Bawaslu yang terindikasi melanggar netralitas ASN dan meminta PJ Bupati Enrekang untuk menimbang dengan baik atau bahkan membatalkan SK tersebut demi menghindari gelombang massa yang potensi menggeruduk kantor Bupati Enrekang,“ ujar Muh. izwan tegas, Jumat (1/11/2024).

Lanjunya, padahal jelas dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, PP (Peraturan Pemerintah) 53/2010 Tentang Disiplin PNS, dan PP 42/2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS juga mengatur netralitas bagi abdi negara dan beberapa aturan lainnya.

Mengunggah (posting), membagikan (share), berkomentar, atau menyukai (like) postingan kampanye politik di media sosial yang dilakukan oleh ASN termasuk larangan sehingga ini harus menjadi pertimbangan PJ Bupati Enrekang jika ingin mewujudkan pemilu dama di kabupaten enrekang.

“Jelas ini menjadi tanda tanya kehadiran PJ Bupati di bumi massenrempulu dan sangat wajar kami duga keras ada keberpihakan pada salah satu paslon tertentu. Yang kami anggap tidak komitmen dan bersikap netral,” jelas Muh . Izwan yang biasa disapa Ciwan.