ENREKANG, MASPULFAKTA.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang menetapkan lokasi debat perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Enrekang 27 Oktober dilaksanakan di Maiwa.

Menanggapi lokasi debat di Pesantren Rahmatul Asri Maiwa, Mantan Anggota DPRD Enrekang, Ismail Jafar angkat bicara.

Menurutnya membawa lokasi Debat ke tempat terpencil sama saja menjauhkan pesta Demokrasi dari masyarakat. Masyarakat ingin melihat dan mendengar langsung visi misi para Kandidat, Apalagi sudah pernah dilakukan debat Pilkada-pilkada sebelumnya dan sukses digelar di Taman Kota Enrekang.

“Kalau alasan pengamanan, Masyarakat atau para pendukung ingin pilih pemimpin bukan mau datang berkelahi,” kata Ismail yang kerap disapa Odji, Senin (21/10/2024).

Odji juga pertanyakan dana hibah untuk Aparat dari Pemkab Enrekang yang jumlahnya tidak sedikit. Tergantung bagaimana aparat menyikapi atau simulasi-simulasi apa yang dilakukan hingga bagaimana jika debat digelar di Kota Enrekang, debat ini akan berlangsung lancar dan aman.

“Bagaimana mensosialisasikan ke para pendukung untuk menjadikan Pilkada Enrekang berlangsung Damai,” tutur Odji.

Sementara Juru bicara Pasangan nomor urut 3, Arfan Renggong menyesalkan bila lokasi debat dibawa ke lokasi jauh yang bisa saja menimbulkan persepsi berbeda dari masyarakat.

“Kami dari tim Irpan-Deswanto, pada dasarnya siap menerima dimana saja tempat debat, hanya saja penyelenggara perlu mempertimbangkan bahwa bukan hanya satu atau dua kecamatan warga atau simpatisan yang ingin mengikuti. Enrekang ini geografisnya luas mulai dari Salokaraja sampai Salubarani, dari Latimojong sampai Panassang, ini yang mesti jadi pertimbangan penyelanggara kegiatan,” ungkap Arfan yang juga mantan anggota DPRD Enrekang, Selasa (22/10).

Dia meyakini, masyarakat Enrekang adalah pemilih cerdas, mereka menginginkan jagoannya tampil mengupas gagasan dan visi misinya.

“Kami fikir masyarakat saat ini sudah cerdas, mereka ingin mendengarkan langsung apa program akan di tawarkan masing-masing paslon, kalau persoalan keamanan, kita akan di jamin oleh kepolisian dan pengamanan lainnya,” tegasnya.

Arfan mengingatkan bahwa tujuan dari debat kandidat adalah bagaimana visi misi masing-masing paslon di jelaskan secara langsung dan itu yang harus dijamin oleh KPU bahwa informasinya sampai kepada masyarakat.

“Semua kandidat ini punya ide gagasan, visi dan misi yang ingin didengarkan oleh masyarakat, dan itu yang harus sampai, bukan hanya bagaimana debat berjalan sesuai tahapan yang paling penting adalah masyarakat setelah debat bisa lebih memantapkan pilihannya,” tutup Arfan Renggong

Dengan munculnya sorotan terhadap lokasi dan persiapan debat publik ini, masyarakat Enrekang menanti bagaimana penyelesaian terbaik dari pihak terkait untuk memastikan jalannya debat yang demokratis, aman, dan berdampak positif bagi pemilihan kepala daerah. (Arm)