Enrekang, MaspulFakta.com — Lima hari pasca jalan longsor dan amblas di desa Kadingeh, tepatnya akses menuju Asaan – Lombon yang juga jalur cepat menuju desa Bulo Kecamatan Bungin hingga hari ini masih belum di perhatikan pemerintah.
Akibat longsor dan amblasnya jalan tersebut, petani setempat terancam mengalami kerugian hasil panen karena sulitnya akses menuju baraka, tempat menjual hasil pertanian.
Mannang, salah seorang warga asaan mengeluhkan akses jalan yang tak kunjung di perbaiki pemerintah, mengaku merugi karena hasil panen palawija miliknya banyak membusuk akibat tidak adanya akses mobil pengangkut menuju pasar.
“Iye, tiga hari mi ini tomat dan cabai di rumah pak, adami sebagian membusuk, tidak ada mobil yang datang ambil, tidak bisa lewat mobil, belum pi di perbaiki jalan,” keluh nya menghela nafas.
Kondisi badan jalan hanya menyisakan jalur motor yang oleh masyarakat di anggap sebagai penghambat mobilisasi hasil pertanian, ditambah kurang responnya pemerintah menangani bencana membuat masyarakat seakan menunggu hal yang tak pasti.
Karena ketidakpastian tersebut, warga desa Kadingeh berencana memperbaiki jalan dengan swadaya masyarakat. Seperti disampaikan salah seorang aparat desa Kadingeh.
“Besok atau lusa, insyaallah kita kerja swadaya saja, tidak ada kepastian kalau terus menunggu pemerintah,” ujar aparat desa Kadingeh yang tidak ingin di sebut namanya, Selasa (28/5/2024).
Semntara Pj Bupati Enrekang terus mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada mengingat cuaca buruk dan intensitas hujan masih tinggi.
“Enrekang masih tetap dalam waspada bencana, maka kepada seluruh masyarakat agar tetap hati-hati dan lebih waspada, bencana bisa datang kapan saja,” ungkapnya.

