Enrekang, Maspulfakta.com — Seleksi terbuka calon pemain GASMA Enrekang menghadapi Liga 4 Zona Sulawesi Selatan disoroti warga karena diduga ada indikasi dilakukan secara tidak profesional.
Abhjie, pemerhati Massenrempulu mempertanyakan proses seleksi calon pemain GASMA Enrekang selama dua hari mulai tanggal 21-22 Januari yang dianggap tidak transparan dan adil.
Dia meyakini jika seleksi awal Gasma Enrekang saja sudah ada permainan, maka jangan harap akan membawa prestasi untuk melaju ke divisi 3.
“Jika seleksi ini seperti sudah ada settingan orang dalam, tidak adil dan sangat tidak profesional, tidak usah berharap banyak, hanya menghabiskan anggaran,” ungkap Abhjie.
Dia menantang siapapun yang terlibat dalam seleksi calon pemain GASMA Enrekang untuk transparan dalam proses seleksi, siapa saja yang terlibat dalam proses seleksi dan apa kriterianya. Jangan ada settingan orang dalam, ini tentang masa depan Gasma Enrekang.
Menurutnya, Seleksi terbuka seperti ini diharapkan dapat memilih pemain yang terbaik untuk Gasma Enrekang, seleksi yang adil dan transparan, sehingga pemain yang terpilih benar-benar terbaik dan dapat membawa Gasma Enrekang ke tingkat yang lebih tinggi.
“Jika benar ada indikasi settingan orang dalam, maka pengelola harus bertanggung jawab dan mengambil tindakan tegas, karena secara tidak langsung membunuh cita-cita putra daerah yang tidak punya bekingan,” katanya.
Ia juga menyoroti tentang keterbukaan anggaran yang digelontorkan kepada Gasma Enrekang. Baginya, hal seperti ini harus dibuka secara transparan kepada publik.
“Kegiatan ini menggunakan Anggaran Negara bukan miilik club tertentu, saya tantang dibuka secara transparan,” tantang Abjhie.
Media ini berusaha mengonfirmasi kepada beberapa pemain yang telah mengikuti seleksi, namun hanya satu orang yang bersedia memberikan keterangan dengan catatan tak ingin disebut namanya.
Dia menyampaikan apresiasi kepada semua pemain yang telah ikut seleksi walaupun tidak lolos karena tidak adanya orang dalam.
Dia mengatakan seandainya dari awal dia dan beberapa pemain tahu bahwa ikut seleksi harus punya orang dalam, mereka tidak akan ikut seleksi calon pemain GASMA.
“Hari kedua baru kami tahu, ternyata yang lolos itu sudah diatur dari awal, dan seleksi terbuka mungkin hanya formalitas, kalau dilihat dari nama-nama yang lolos, di dominasi oleh satu klub, ya kita tau lah klub mana itu,” sesal salah satu pemain yang ikut seleksi.

